Sunday, 19 September 2021

Pelajari Teorinya, Terapkan Ilmunya Dalam Pertanian

Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Kediri mengadakan Kegiatan Pelatihan Integrated Participatory Development and Management Irrigation Program (IPDMIP). Kegiatan yang bertempat di Desa Tengger Kidul Kecamatan Pagu ini melibatkan kelompok tani dan Kelompok Wanita Tani desa setempat, (18/9/20).

SLPpagu 1

Dalam kegiatan tersebut selain diajarkan irigasi, para kelompok tani serta KWT juga diajarkan 4 sistem menanam padi, yaitu jajar legowo, tegel, System of Rice Intensification (SRI) dan Hazton. Setelah mendapat pengarahan dari Camat Pagu Mohammad Imron, peserta dengan antusias langsung terjun ke sawah untuk mempraktekkan 4 cara menanam tersebut.

Saat berada di lokasi kegiatan, Camat Imron mengatakan, kegiatan ini akan memunculkan demplot sebagai percontohan dari sistem tanam yang diajarkan. Sehingga diharapkan petani bisa mendapat ilmu dari kegiatan ini.

Artinya kita buat demplot dari sistem tanam padi tersebut. Nanti bisa diketahui mana yang hasilnya lebih bagus. Tentunya dari 4 sistem tanam ini nanti kita bisa mengambil yang terbaik dan hasilnya maksimal. Setelah tahu mana sistem tanam yang terbaik, maka nantinya akan kita pakai dan terapkan dalam pertanian," jelasnya.

SLPpagu 2

Ia pun berpesan kepada para petani, jangan hanya hasil panen yang dicari. Namun juga memperhatikan kesuburan tanah dengan menggunakan bahan-bahan organik, bukan dari bahan kimia.

Ditambahkan oleh Triono sebagai mantri tani dari Dinas Pertanian dan Perkebunan, kegiatan IPDMIP ini untuk membantu petani, salah satunya dengan memberikan materi 4 sistem tanam padi mulai dari proses tanam hingga panen.

Nantinya terlihat hasil dari 4 sistem tersebut. Mana yang terbaik, itulah yang diadopsi oleh peserta pelatihan. Kemudian masing-masing petani juga mau belajar dari sistem tersebut. Kalau menurut teori, jajar legowo yang akan menghasilkan panen padi terbaik karena populasi tanaman lebih banyak dan pemeliharaannya mudah,” urainya.

SLPpagu 3

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang turut mendampingi setiap kegiatan petani menyambut baik kegiatan tersebut. Tri Setyo Budi PPL Pagu mengatakan, sebagai petugas ia mendorong petani untuk mengadopsi ilmu-ilmu ini untuk diterapkan. Nanti kiita bersama tim akan memantau kegiatan ini sampai berhasil agar para petani lebih maju dalam dunia pertanian dan mampu mendongkrak penghasilannya,” pungkasnya. (Kominfo/lks,dv,tee,wk)

Add comment


Security code
Refresh

banner