Thursday, 23 September 2021

Bulog Kediri Salurkan 7.200 Ton Beras Impor Untuk Daerah Defisit Pengadaan

Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Kediri bakal segera menyalurkan beras impor ke sejumlah daerah yang sedang mengalami devisit pengadaan di tahun ini. Beras impor sebanyak 7.200 ton itu berasal dari Negara Vietnam dan Pakistan.

Kepala Bulog Sub Divre Kediri, Mara Kamin Siregar, mengatakan, beras impor tersebut saat ini berada di Gudang Bulog Paron, Kabupaten Kediri. Pihak Bulog Kediri hanya membantu pengiriman ke daerah-daerah yang sedang mengalami devisit.

beras 1

 

"Kalau ada permintaan dari wilayah defisit, nanti kita bantu kirim dari sini. Saat ini kita lakukan untuk wilayah Papua, Ambon, Sulawesi Tengah dan Kalimatan Tengah. Kurang lebih sampai dengan 7.200 ton," kata Mara Kamin Siregar.

Pengiriman beras impor tersebut telah dilaksanakan Bulog Divre Kediri sejak pertengahan 2019 lalu sampai sekarang. Pengiriman dilakukan secara bertahap. Beras impor didisitribusikan bila sudah mendapat permintaan atau perintah dari Bulog Pusat.

Bulog Kediri hanya ditugasi untuk menyimpan dan mengirimkan beras ke daerah yang dinilai defisit pengadaan beras. "Disini masih ada beras dari Pakistan, kita masih punya sama Vietnam. Kita kirim untuk luar daerah. Sedangkan yang kita salurkan untuk wilayah kita, khusus untuk pengadaan lokal," terangnya menambahkan.

beras 2

Selain berencana mendistribusikan beras impor ke luar pulau, Bulog Divre Kediri sudah siap menggelontorkan beras sebanyak 2.200 ton beras untuk wilayah kerjanya meliputi, Kota dan Kabupaten Kediri serta Kabupaten Nganjuk. Beras program bansos itu jenis premium yang diperuntukkan bagi 147.118 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Terdiri dari Kabupaten Kediri 72.208 KPM, Kota Kediri 8.674 KPM dan Nganjuk 66.236 KPM. (*)

Add comment


Security code
Refresh

banner